Rabu, 23 November 2011

Satria Baja Hitamku

Entah apa sebabnya bibirku tiba-tiba seakan tertarik sendiri ke atas seolah membentuk bulan sabit setiap kali aku melihat kamu,bahkan tidak cuma melihat kamu sungguhan,melihat fotomupun demikian. Sudah gilakah? Aku rasa aku masih cukup waras. Ini efek cinta,iya aku jatuh cinta sama kamu. itu yang membuatku menjadi demikian.
Tuhan paling tahu bagaimana membuatku bahagia,aaah Tuhan terimakasih Engkau telah mengijinkan aku bertemu dengan sosok seperti dia. Sederhana dan aku suka.
Tak berlebihan,secukupnya. 
Sejak pertemuan aku dan kamu,bahagia sudah tidak asing lagi bagiku. bibirku tak pernah kaku lagi untuk tersenyum. Tanganku sudah tak kaku lagi untuk menggenggam. Air mataku sudah enggan menetes. Bibirku sudah terbiasa untuk mengecup.
Tanpa kamu minta,kamu telah menyita banyak perhatianku.
Setiap garak gerik kamu,tingkah laku kamu,tak pernah sedikitpun luput dari perhatianku. 
Kamu hebat dalam artianku,kamu romatis walaupun tak bisa merayu. Kamu ganteng walaupun tak seperti Won Bin. Kamu pintar walaupun tak ranking satu. Kamu spektakuler walaupun bukan acara opening SEA GAMES. Kamu bombastis walalupun bukan Tukul Arwana. Aaaahh kamu kamu kamu,walaupun bukan lagunya ST 12.
Ini pendapat aku tentang kamu,yang mungkin bagi orang lain berlebihan,tapi bagiku tidak,aku wajar dalam menilai kamu. Aku seadanya dalam menilai kamu. Tapi aku tak pernah seadanya dalam mencintai kamu. 
Kamu istimewa,tak masalah jika orang lain menngganggapku lebei. Tapi memang kamu istimewa,iya,buat aku. Aku tak mau menyebut kamu pahlawan,karena kamu bukan Pangeran Diponegoro,aku cukup menyebut kamu 'Satria Baja Hitamku'